kawah sikidang dieng

Kawah Sikidang, Kawah Unik yang Bisa Berpindah

Kawah Sikidang merupakan objek wisata Dieng yang wajib Anda kunjungi karena keunikannya. Belum ke Dieng namanya kalau belum ke Kawah Sikidang. Kawah Sikidang merupakan cekungan yang terbentuk dari letusan gunung berapi di masa lalu. Sampai sekarang kawah ini masih aktif dan sudah beberapa kali meledak dan mengeluarkan gas, lumpur, serta asap dari perut bumi. Letaknya yang di daerah yang datar memungkikan pengunjung bisa melihat langsung semburan lumpur panas meletup-letup dan mengeluarkan asap putih pekat. Peristiwa alam yang jarang sekali bisa disaksikan banyak orang karena biasanya gas dan lumpur panas letaknya tinggi di puncak gunung

Kebanyakan orang mengetahui letak Kawah Sikidang adalah di Kabupaten Wonosobo. Padahal faktanya secara administrasi Kawah Sikidang terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah atau di sebelah selatan kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Untuk mencapai objek wisata Dieng Kawah Sikidang ini aksesnya cukup mudah dan dekat objek wisata dieng lainnya seperti Telaga Warna dan Kompleks Candi Arjuna yang juga terkenal di Dieng. Ibaratnya sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali berwisata, dua tiga tempat wisata terjelajahi.

Kawah Sikidang dimainati karena keunikannya. Mengapa unik? Kawah aktif ini bisa loncat. Nah loh. Sudah banyak orang yang mengetahui bahwa Kawah Sikidang bisa berpindah tempat. Sebenarnya yang loncat atau berpindah adalah posisi tempat keluarnya gas, asap, dan lumpur vulkaniknya atau kolam kawahnya. Karakter kawah yang bisa berpindah atau loncat seperti karakter binatang kidang (Kijang dalam bahasa Jawa) inilah yang membuat kawah fenomenal ini dinamakan Kawah Sikidang.

Mengapa kolam kawah Sikidang bisa berpindah? Mungkin Anda juga penasaran. Pada waktu tertentu terjadi ledakan di sekitar kolam kawah semula dan terbentuklah kolam kawah baru. Lama-kelamaan lumpur kolam sebelumnya surut dan kering. Perpindahan kolam Kawah Sikidang tidak menentu, rata-rata sekali 4 tahun.

Kawah Sikidang Dieng mengandung kadar sulfur atau belerang yang sangat tinggi hingga membuat tanah di sekitar kawah ikut memutih. Gas berbentuk asap putih pekat yang keluar dari kawah sangat beracun. Tanah di area Kawah Sikidang juga sangat rapuh. Jika tidak hati-hati tanahnya bisa ambrol dan tercebut ke lumpur panas. Namun, Anda jangan khawatir, di sekeliling kawah telah dipasang pagar pembatas dari kayu untuk keamanan dan menjaga jarak dari kawah yang tanahnya sangat rapuh. Selain itu, agar tidak menghirup gas beracun Anda disarankan untuk menggunakan masker. Tetap hati-hati dan patuhi larangan yang terpampang di area kawah yang melarang pengunjung untuk menyalakan api atau membuang puntung rokok. Bahaya! Bisa meledak!

Gimana? Menarik bukan? Kapan lagi bisa melihat letupan-letupan lumpur panas dan asap putih pekat kawah gunung berapi yang biasanya letaknya jauh tinggi di puncak gunung? Dan kabarnya uap/asap kawah dipercaya mengobati sakit kulit dan jerawat lho. Tiket masuk area Kawah Sikidang juga tergolong sangat murah. Hanya Rp 6000,- saja. Selain itu di sekitar Kawah Sikidang banyak warung atau penjaja makanan dan minuman khas Dataran Tinggi Dieng, seperti tempe kempul, puurwaceng, stik kentang, geblek, dan lainnya.