sumur jalatunda dieng

Sumur Jalatunda, Sumur Gaib Pengabul Permintaan

Objek-objek wisata di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng memang istimewa dan eksklusif. Tempat-tempat eksotis dengan predikat yang unik telah disandang beberapa objek wisata Dieng. Misalnya saja Dataran Tinggi Dieng yang mendapat predikat sebagai dataran tinggi berpenghuni yang letaknya tertinggi di Indonesia dan luar biasanya menjadi dataran tinggi berpenghuni tertinggi kedua di dunia setelah Dataran Tinggi Tibet di Nepal. Selain itu ada lagi Desa Sembungan yang menjadi desa tetinggi di Pulau Jawa, Golden Sunrise Sikunir sebagai sunrise terbaik dan terindah se-Asia Tenggara. Menakjubkan dan eksklusif sekali bukan?

Nah, sekarang ada satu lagi objek wisata Dieng yang istimewa dan eksklusif. Objek wisata yang dimaksud adalah Sumur Jalatunda yang menyandang predikat sebagai sumur terbesar dan terdalam di Indonesia, bahkan konon katanya di dunia. Menurut beberapa sumber, sumur memiliki diameter yang sangat luas, yaitu sekitar 90 m. Kedalaman sumur ini belum ada yang bisa memastikan. Ada yang mengatakan kedalaman Sumur Jalatunda ini mencapai 750 m lebih. Wow. Tidak heran sumur ini banyak dikunjungi pelancong dari berbagai pelosok negeri.

Sumur Jalatunda terbentuk dari letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Membentuk cekungan yang sangat dalam dan luas. Lama-kelamaan terisi air hujan dan mata air di sekitar cekungan dan terbentuklah sumur raksasa ini. Saking besarnya, sumur ini lebih terlihat seperti kolam atau telaga. Namun karena dalam, orang-orang tetap menganggapnya sebagai sumur dengan embel-embel raksasa.

Sumur Jalatunda terletak di desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tepatnya sekitar 7 km dari objek wisata dieng kompleks Candi Arjuna. Untuk mencapainya Anda akan menemui beberapa tanjangan, jalan setapak yang berliku-liku serta anak-anak tangga. Disarankan untuk menyewa guide lokal untuk memandu Anda mengingat akses menuju sumur cukup sulit.

Adalagi yang menjadi daya tarik Sumur Jalatunda, yaitu mitos-mistos dan misteri yang menyelimutinya. Sumur ini malah disebut-sebut sebagai sumur ajaib dan sumur gaib. Bagaimana tidak, mitosnya bagi orang yang melempar kerikil dengan jumlah ganjil (biasanya 3 buah) hingga mengenai dinding sumur atau melewatinya sambil mengucapkan permintaan atau cita-cita, maka permintaannya itu akan terkabul. Mitos inilah yang melahirkan nama Jalatunda -yang berasal dari kata Jala dan Tunda- yang berarti jika ada permintaan atau cita-cita jangan ditunda-tunda. Mitos tersebut membuat para peziarah yang percaya berbondong-bondong untuk melakukan ritual-ritual untuk mengabulkan permintaan mereka. Biasanya para peziarah banyak datang pada bulan haji dan bulan Suro. Kalau Anda bebas mau percaya atau tidak karena mitos ini hanyalah kepercayaan turun temurun.

Selain mitos tersebut, ada misteri yang menyelimuti Sumur Jalatunda. Konon katanya jika Anda menghitung jumlah anak tangga menuju sumur, jumlahnya akan berbeda jika Anda menghitung ulang jumlah anak tangganya. Duh, penasarankan? Jika penasaran, silakan pergi ke Sumur Jalatunda dan hitung sendiri beberapa kali.

Terlepas dari mitos-mitos tersebut, sumur Jalatunda memang layak dikunjungi. Pemandangan alam di sekitar Sumur jalatunda terkenal sangat indah. Bukit-bukit kecil yang ditumbuhi pepohonan rindang serta ladang-ladang tanaman kentang yang tumbuh subur di kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri. Warna permukaannya biru seperti permukaan air laut. Apalagi dengan prediket sebagai sumur terdalam dan terluas di Indonesia. Selain itu, dekat sumur ada kawah Candradimuka yang terkenal dengan semburan air panas bercampur lumpur setinggi 50-100 cm. Jadi, jika mengunjungi Sumur Jalatunda Anda bisa sekalian mampir untuk berwisata ke Kawah Candradimuka yang katanya merupaka tempat Gatot Kaca bertapa dan melatih ilmunya